ABOUT ME
ABOUT ME
|
|
Halo! Nama saya Khofifah Ikbar, lahir di Pemalang pada
tanggal 22 Desember 2002, bertepatan dengan Hari Ibu. Saya tinggal di Desa
Kuta, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, dengan kode pos
52356. Saya adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Kakak saya bernama Yan
Yunianto, dan adik saya Meyko Kenzi. Kedua orang tua saya, Ibu
Sri Nati dan Bapak Supriyadi, adalah sosok inspiratif yang selalu
mendukung langkah saya. |
|
Sejak kecil, saya memiliki ketertarikan pada dunia kuliner
dan travelling, yang menjadi hobi favorit saya hingga kini. Riwayat
pendidikan saya dimulai dari TK Islam Ikhyaul Athfal Kuta Belik,
kemudian melanjutkan ke SDN 05 Kuta, SMPN 1 Belik, dan SMAN
1 Belik. Saat ini, saya sedang menempuh pendidikan S1 di Program Studi Bimbingan
dan Konseling Islam (BKI) di UIN Saizu Purwokerto. |
|
Pengalaman organisasi yang pernah saya jalani meliputi menjadi
anggota IPNU-IPPNU Ranting Desa Kuta, ECC (English Conversation Club),
dan menjabat sebagai Bendahara di INSANKU (Ikatan Santri Kuta). Dari
organisasi ini, saya belajar banyak tentang kepemimpinan, manajemen waktu, dan
kerja sama tim.
|
|
Di blog ini, saya ingin berbagi cerita, pengalaman, dan pelajaran
hidup yang saya dapatkan, terutama sebagai seorang mahasiswa yang menjalani
kehidupan penuh warna. |
Perjalanan
Sebagai Mahasiswa Pulang Pergi
Salah satu tantangan sekaligus pengalaman berkesan dalam hidup saya
adalah menjadi mahasiswa pulang-pergi (PP) dari Belik, Pemalang, ke
Purwokerto dengan sepeda motor. Setiap harinya, saya menempuh jarak lebih dari
70 km untuk mencapai kampus UIN Saizu Purwokerto. Perjalanan ini membutuhkan
komitmen, semangat, dan ketahanan fisik yang tinggi.
Meski melelahkan, perjalanan ini mengajarkan saya banyak hal. Saya
belajar untuk lebih disiplin dalam mengatur waktu, karena setiap pagi harus
berangkat lebih awal untuk menghindari kemacetan atau cuaca buruk. Selain itu,
perjalanan ini memberi saya kesempatan untuk menikmati indahnya pemandangan
alam di sepanjang jalan, seperti hamparan sawah, bukit, dan segarnya udara pagi
di pedesaan.
Ada kalanya tantangan muncul, seperti hujan deras yang membuat saya
harus berhenti di tepi jalan atau mesin motor yang mogok di tengah perjalanan.
Namun, semua itu menjadi pelajaran berharga tentang kesabaran dan bagaimana
menghadapi setiap situasi dengan tenang.
Saya percaya bahwa perjalanan ini bukan sekadar perjalanan fisik,
tetapi juga perjalanan mental dan spiritual. Setiap kilometer yang saya tempuh
adalah langkah menuju mimpi dan tujuan saya: menjadi seseorang yang bermanfaat
bagi orang lain.
Melalui blog ini, saya berharap bisa menginspirasi dan berbagi
cerita dengan pembaca tentang bagaimana menikmati setiap proses dalam
kehidupan, walaupun penuh tantangan. Terima kasih sudah mampir di blog saya! 😊



.jpeg)
Comments
Post a Comment